Siang hari itu saya pergi berkunung ke tempat dimana beberapa teman saya kost di daerah Bandung Timur Jauh. sesampainya disana saya sedikit heran tidak seperti biasanya tata penempatan pemepatam kost-kostan terlhat berbeda. setelah memarkir motor, saya tidak langsung ke kamar dimana teman saya tinggal tapi masuk ke kamar lain. sebut saja kamar si Franco, Franco tinggal di kost-kostan yang sama dengan teman-teman saya tinggal, saya tidak begitu kenal dekat, tapi entah kenapa hari itu kami ngobrol cukup lama. sedang asik ngobrol tiba-tiba 2 teman saya Frank dan Fred berlari keluar kamar sambil berteriak. "Woy! sekarang ini katanya ada hujan meteor nabrak bumi!" teriak salah satu teman saya yang bernama Frank, disambung dengan sautan dari lantai atas yang ternyata adalah Andy. "iya, gw liat di TV katanya jatoh nya deket-deket sini!". tak lama mendengar ucapan mereka saya sontak sangat kaget. kami bergegas pergi ke lantai atas agar dapat melihat keadaan sekitar. "mana ah?" saya bilang. "kata info di twitter sih muncul nya dari arah selatan" ucap Fred. mendengar obrolan kami hampir separuh penghuni kost-kostan keluar dan berbondong-bondong pergi ke lantai atas. "beneran ada meteor mau nabrak bumi?" tanya beberapa penghuni kostan. "iya katanya, tadi gw liat berita di TV, sama di twitter juga lagi rame" sahut Andy. "wah masa sih" mereka masih tidak percaya akan berita tersebut. saya kemudian berjalan ke arah pagar ketika teman-teman saya dan beberapa penghuni kost lain nya terpaku melihat ke arah selatan, saya melihat ke arah barat daya, ada sedikit pemandangan yang tidak biasa, beberapa hari yang lalu saat saya berkunjung kesini di arah saya sekarang sedang melihat masih berupa kuburan tapi sekarang dipenuhi oleh orang-orang yang sedang camping sambil menyalakan api unggun, tapi dengan mendengar informasi ada hujan meteor yang akan jadi di sekitaran sini saya tak menghiraukannya. saat saya kembali menoleh ke arah selatan, tiba-tiba langit berubah warna menjadi hitam dan hujan turun lumayan deras sehingga dapat mematikan api unggu yang dibuat oleh orang-orang yang sedang berkemah di tanah yang saya tau itu adalah kuburan, sehingga mengeluarkan asap yang lumayan menggumpal. tak lama dari itu hujan pun mengecil dan dari arah selatan terlihat sebuat bola api yang cukup besar jatuh dari langit sangat cepat sekali. seketika langit berwarna oranye. kami semua yang melihat tercengang dan tidak bisa berkata apa-apa. dan akhirnya beberapa penghuni kostan yang ada di lantai atas besama saya dan teman-teman lari ke lantai bawah, tapi saya dan teman-teman saya tetap berada di lantai atas. akhirnya dalam hitungan detik dari pertama kami melihat bola api raksasa akhirnya jatuh tak jauh dari tempat kami berdiri dan menimbulkan getaran yang cukup besar sehingga membuat saya dan teman-teman terjatuh dan tiang listrik beton yang ada di sebrang kostan pun ikut jatuh hampir menimpa kami. saat kami mencoba berdiri di langit terlihat bola api-bola api tadi yang cukup banyak namun masih terlihat sangat kecil. kami pun panik dan lekas pergi ke lantai bawah untuk menyelamatkan diri. setelah di lantai bawah saya tidak melihat Fred, yang ada hanya Frank, Andy, dan Franco. sempat berteriak-teriak memanggil Fred namun tak ada balasan, kami yang panik pun bergegas menyelamatkan diri keluar. saya tidak langsung keluar saat itu, saya masuk ke kamar Franco untuk membawa tas ransel saya yang saya simpan disana. saat keluar dari kamar, penghuni kosan sudah berlarian ke luar dan hanya tinggal Andy saja yang ada di parkiran sambil menyalakan mobilnya. "yang lain mana?" tanya saya kepada Andy. "Frank sama Franco udah cabut tadi pake motor" jawab Andy. "Lu ngapain bawa mobil ikut gw aja naek motor! ga akan bener lu bawa mobil buruan sini!" ajak saya. tapi Andy keras kepala menyalakan mobilnya dan pergi. saking paniknya saya lupa meninggalkan telepon genggam dan helm saya di kamar Franco. kemudian saya lari lagi menuju kamar Franco mengambil telgam dan helm saya yang tertinggal. dari dalam kamar ada jendela yang terbukan, dan saat saya tengok, terkihat tanah lapang kuburan yang dibasahi gerimis dan dibubuhi pelangi di atasnya, tapi tiba-tiba langit beruba kembali menjadi warna oranye dan suara gemuruh semakin kencang saya pun kembali berlari ke arah motor saya diparkir. saat keluar dari kostan dan maju menjauh ke arah utara dari kaca spion terlihat meteor sebesar city car menghantam pintu gerbang kostan. dan saat saya melihat ke langit bola api-bola api yang tadi terlihat kecil kini semakin besar dan langit pun bergradasi dari oranye ke merah disertai gerimis, saya orang-orang berhamburan keluar rumah berlari mencari tempat berlindung, saya semakin panik dan menarik handle gas motor saya semakin kencang. dari jauh meteor-meteor tersebut mulai jatuh dan membuat gemuruh dan getaran yang sayang kuat. setelah lumayan jauh saya melihat mobil Andy diparkir di pinggir jalan, saat saya mendekat mobil Andy kosong, mungkin saking banyak nya orang berlarian di tengah jalan Andy memutuskan untuk turun dan ikut berlari bersama mereka. ketika saya berada di samping mobil Andy, asap tebal muncul dari arah, setelah saya lihat ke belakang jalan yang saya lalui tadi sudah terbakar dan dari langit semakin banyak bola api-bola api yang akan jatuh menghantam bumi. saya pun semakin kecang menarik gas motor saya pergi mencari tempat berlindung. sambil menarik handle gas saya bertanya-tanya "apakah ini hari yang dijanjikan? apakah ini kiamat? apakah ini pertanda juru selamat akan datang?" tiba-tiba suara gemuruh terdengar sangat besar dan bola api besar menghantam tak jauh di belakang saya sehingga membuat saya terlempar cukup jauh dan pingsan tak sadarkan diri. cukup lama pandangan saya menghitam tetiba terdengar kembali suara gemuruh dan mata saya pun terbuka, dan saya semakin panik ketika tersadar terbangun di muara sungai pinggir pantai, ketika saya melihat keatas langit masih berwarna oranye dan hujan tetap turun namun bola api-bola api yang menyeramkan itu tidak nampak. segera saya bangun dan berlari mencari tempat berlindung rupanya dipinggir muara tersebut merupakan hamparan sawah, ketika saya berdiri suasana semakin membingungkan air sungai terlihat semakin deras dari arah hulu menuju pantai. saya pun berlari menjauh dari arah sungai ke arah pantai namun pada saat belari terdengar teriakan seorang bapak dari kejauhan "awas, jang!" saya pun terhenti dan daarrr!! bola api sebesar motor jatuh tepat di hadapan saya. saya semakin panik dan ketakutan berlari ke arah bapak tadi yang berteriak yang berada di tengah sawah dengan sesekali menoleh kebelakang untuk memastikan tidak ada lagi bola api yang jatuh dari langit. saat saya menoleh kebelakang terlihat kapal-kapal besar dari arah laut, sambil terus belari pandangan saya tak terlepas dari kapal-kapal besar yang cukup banyak tersebut. kapal tersebut sekilas berbentuk seperti kapal perang galley milik romawi kuno di masa perang middle age dengan meriam-meriam yang ada di badan kapal. saya semakin bingung dan panik, "apakah ini armada yang dipakai oleh juru selamat?" tanya saya dalam hati. tanpa panjang lebar saya berbalik arah dan berlari menuju bibir pantai dan perahu besar itu pun berhenti di tengah pantai dan terlihat ada orang-orang yang turun menggunakan perahu kecil ke arah pantai dari kejauhan terlihat orang-orang tersebut berpakaian ala tentara romawi namun setelah semakin dekat mereka ada perempuan. saat saya akan mendekat tiba-tiba kapal yang ada di tengah pantai tiba-tiba menembakan meriamnya ke arah pantai, meriam tersebut persis bentuknya seperti meteor yang saya lihat sebelumnya namun lebih kecil dan berselimutkan api. saya kaget dan terjatuh, suara tembakan meriam sangat terdengar keras di telinga saya. ketika berusaha untuk bangun kawanan yang tadi menggunakan perahu kecil semakin mendekat dan ketika saya coba menghampiri mereka, mereka mengangkan senapan laras panjang dan menembakannya ke arah dada saya. kemudian saya bangun dan terheran-heran, ah ternyata mimpi.
No comments:
Post a Comment